Minggu, 24 November 2013

Instropeksi [I need to know the truth]

"I wanna know
even it may hurt
even it brings pain within
my mind's determined
I need to know
even it may kill
even it may change me
ready to face truth
-Key Plus Words by Shihoko Hirata feat Kawamura Yumi-
.
.
Yo, Readertachi ^^ 

Gak terasa mau UAS ya XD dan gak kerasa 6 bulan lagi.... udah gak putih abu-abu seragam gue .-.
Ya, ada yang gak kalah penting sih dari itu... mau tau apa?

satu kata, Instropeksi

Ya, instropeksi sih penting, semacam evaluasi diri. apa yang kurang dari diri kita, apa yang harus diperbaiki oleh kita ^^;; Seperti beberapa hari yang lalu, sepertinya aku dapet bahan instropeksi diri segunung dari temen-temen lewat forum kelas... (tau sih maksud mereka baik, tapi 2 kali forum aku mulu yang dibahas)
Uhuk...
yah.... pokoknya minggu ini, aku banya bertapa merenung, apa yang menjadi kekuranganku, apa yang harus kuperbaiki. Yah.... selama ini aku memiliki beberapa hal yang bikin aku gak nyaman di kelasku sendiri, sehingga aku selalu menunggu jam-jam istirahat dan kabur ke koridor, dan ngumpul sama anak Fujogen (beserta beberapa adik kelas didikan(?)) Sehingga aku gak bisa berbaur dengan teman sekelasku yang lain.

....Juga salah satu penyebab mengapa aku duduk sendirian di kelas itu kurasa....

Ya, pas forum kemaren, aku juga mengemukakan keinginanku untuk punya temen sebangku.... Alhamdulillah udah ada jalan penyelesaian sih. Dan mereka juga jujur mengungkapkan alasan mereka bersikap seperti itu kepadaku. Kejujuran memang lebih baik meskipun itu menyakitkan bukan ^^;; Semoga, mungkin setelah ini aku gak selalu kabur terus hanya karena gak betah dengan suasana kelas yang menurutku atmosfernya kagak enak semoga aja ya u____u

Dan setelah ini, aku akan mencoba menginstropeksi apa yang harus kuperbaiki, berdasarkan apa yang kapan hari temanku ucapkan ^^ toh itu buat kebaikan diriku sendiri,dan semoga apa yang mereka katakan bisa kupercaya ....

"there's no turning back now
I'm gonna go on
I'm gonna go get what I want"
 

-Key Plus Words by Shihoko Hirata feat Kawamura Yumi-

 .
.
See yaa!
Pensil-kun 'w'

Rabu, 06 November 2013

Which your Personality?

2 days ago, My friend found a picture on tumblr which saw relation of your personality and a few anime chara-that related of your personality ^^ You can take a MBTI test to find your personality at http://www.16personalities.com/free-personality-test
And you can Find ur personality with some charas that have same personality with you at here

Related ur personality with SnK charas









Related ur personality with Danganronpa charas 







Which your chara?




(Too many) School's Paperwoks(?)

Yo!
Kembali lagi bersama makhluk absurd 2013 yay! /nunjuk diri sendiri/ /watados/
Setelah sedikit liburan damai yang merupakan H-A-R-P-I-T-N-A-S (Hari Kecepit Nasional orz orz) maka kejutan akan menanti saat KBM sekolah dimulai....
....
....
....
Sebuah bahan yang menjadi kegalauan dan penyebab kemalasan siswa untuk sekolah(?) sesuatu yang berlabelkan TUGAS / TASKS / PR / HOMEWORKS/PAPERWORKS(?) dan... nama-nama absurd yang bisa mendeskripsikan benda ini... terserah anda saja mau nyebut apa u__u

...
...
Setelah kemaren nyantai sebentar , hari ini pun para guru dengan baik hatinya ngasih se-ambrek dan se-tumpuk  tugas yang tak hanya banyak dari segi 'Kuantitatif' namun juga dari segi 'Kualitatif' dan itu rasanya... krik....
oke, gue mulai berlebay ria kayaknya maklum orang INTP /hus

Dari hari ini.... Tugas agama gue yang belum kelar-kelar, membahas tentang perkawinan....
Masalahnya simpel: Ibunya gak ngebolehin muridnya membahas tentang pernikahan sesama jenis, dan gue langsung dongkol dan males kerja maklum fujoshi yang udah edan ya gini /fin

Kedua, Tugas sejarah gue yang awalnya cuma disuruh bikin games aja.... Namun sepertinya gurunya sedan dalam mood yang cukup... baik...
sehingga, menyuruh para muridnya membuat Karya ilmiah sebanyak 60 halaman orz orz... dan disuruh ngerjain pas liburan semester... lalu aku kehabisan waktu fangirlingan dan gue gak akan rela orz

Kemudian, jam terakhir dikejutkan dengan tugas Ekonomi yang ..... gak bisa gue deskripsikan saking banyaknya... semacam bikin laporan koperasi, kayak simulasi membuat laporan keuangan dalam sebuah koperasi gitu.... dan itu lumayan bikin Lelah /mojok

Cuma berharap sih siapa tau dikabulin juga gak ada yang tau tugasnya didikitin ;; udah kelas 12 loh pak... bu... pingin fokus ;; /fin jangan mulai/ Setidaknya semoga tugas diperingan udah cukup ;; /mojok

Hap Hap TATAKAE!!!! /shut up/


Salam Absurd,
Pensil-kun owo

Minggu, 03 November 2013

The Reluctant Heroes [Shingeki no Kyojin OST]

Lyrics: MPI
Vocal: MPI
Composed: Hiroyuki Sawano

 


Day by day
We have lost our edge
Don't you know?
Forgotten is the life we led
Now it seems
You don't care what the risk is
The peaceful times have made us blind

Can't look back
They will not come back
Can't be afraid
It's time after time
Once again
I'm hiding in my room
The peaceful times have made us blind
so you can't fly if you never try
You told me,,,Oh, long ago
But you left the wall
Out side the gate
So more than ever, It's real

It was like a nightmare
It's painful for me
Because nobody wants to die too fast
Remember the day of grief
Now it's strange for me
I could see your face
I could hear your voice

Remember the day we met
It's painful for me
Because nobody wants to die too fast
Remember a day we dreamt
It's painful for me
I could see your face
I could hear your voice

Song for the reluctant heroes
Oh Give me your strength
Our life is so short
Song for the reluctant heroes
I wanna be brave like you
From my heart

Song for the reluctant heroes
Oh Give me your strength
Our life is so short
Song for the reluctant heroes
I wanna be brave like you

Can't look back
They will not come back
Can't be afraid
It's time after time
Once again
I'm hiding in my room
The peaceful times have made us blind
so you can't fly if you never try
You told me,,,Oh, long ago
But you left the wall
Out side the gate
So more than ever, It's real

It was like a nightmare
It's painful for me
Because nobody wants to die too fast
Remember the day of grief
Now it's strange for me
I could see your face
I could hear your voice

Remember the day we met
It's painful for me
Because nobody wants to die too fast
Remember a day we dreamt
It's painful for me
I could see your face
I could hear your voice

It was like a nightmare
It's painful for me
Because nobody wants to die too fast
Remember the day of grief
Now it's strange for me
I could see your face
I could hear your voice

Remember the day we met
It's painful for me
Because nobody wants to die too fast
Remember a day we dreamt
It's painful for me
I could see your face
I could hear your voice


Source:

Call Your Name [Shingeki no Kyojin OST]

Song: 
MPI
Composition: 
 Hiroyuki Sawano




She lost her brother a month ago
His picture on the wall
And it reminds me
When she brings me coffee,,, her smile
I Wish I could be with her until my last day

She said She gave all her love to me
We dreamt a new life
Some place to be at peace
But things changed,,, Suddenly
I lost my dreams in this disaster

I'm crying
Missing my lover
I don't have the power
On my side forever

Oh Where is my lover
And I got no power
I'm standing alone, No way
Calling out your name

I said I gave all my love to you
We dreamt a new house
Some place to be at peace
But things changed,,, Suddenly
I lost my dreams in this disaster

We don't know what is wrong tonight
Everybody's got no place to hide
No one's left and there's no one to go on
All I know is my life is gone

I'm crying
Missing my lover
I don't have the power
On my side forever

Oh Where is my lover
And I got no power
I'm standing alone, No way
Calling out your name


Source:

6 Days, Home Alone

Happy Sunday 'w')/

Tumben banget gue ngepost sampe 5 entri dalam sehari~ jarang banget gue bisa ngepost kilat upupupu XD

Itu karena----

6 hari gue sebatang kara ditinggal ortu ke luar kota hahahahah---

Oke... gue tau mungkin bagi reader-tachi itu lebay kali ya.... Tapi bagi gue nggak... .-.
Soalnya, jarang banget gue ditinggal sendirian gini kan, dan kalo ditinggal sendiri = bisa main laptop dengan bebas upuuu~ selama ini gadget gue dikerangkeng lol

Dan gue bebas juga ngetweet, buka FFn, sampe namatin anime di laptop yang udah ada stoknya berbulan-bulan tapi gak tau dibuka /fin dan lumayan pas gue bisa online, setidaknya bisa ngurus akun-akun RP yang udah lama gak kubuka ada 2 bulanan tuh

Tapi.... Seenak-enaknya ditinggal ortu, pasti ada gak enaknya... sini gue ceritain ;;

1. Hahaha.... Gue harus bangun pagi, berangkat pagi hahaha.... Bayangin aja biasanya jam 5 baru bangun, saat itu gue harus bangun jam setengah 4, dan nyiapin makan serta bekal, lalu jam 5 berangkat dari rumah naik angkot lalu jalan selama 20 menit baru nyampe sekolah... Lelah cuy :'3

2. Belajar Survive dengan duit minim di dompet.. dan itu bikin gue harus rela ngempet gak ke kantin seminggu hahaha.... semoga gara-gara ini gue bisa diet dan singset yow :')

3. Rela gak bisa pergi kemana-mana, apalagi jika lo punya ortu yg agak protektif.... Gara-gara itu juga gue gak boleh naik motor, jadi kalau mau kemana-mana ya susah, dan gue cuma dikasih uang transport buat ke sekolah doang :')

Tapi reader-tachi, ditinggal ortu itu juga menyenangkan dan ada manfaatnya loh ^^ siapa tau suatu saat kita harus mandiri bukan mandi sendiri dan kita bisa belajar gimana cara mengatur uang dan waktu agar bisa survive kok ^^

Lagipula gue juga gak sebatangkara juga dirumah, tanteku mesti ngasih makanan dan duit tambahan kalo ke rumah, dan duit jajan tambahan huehehehe. Dan kakek-nenekku juga gak tinggal diam. mereka malah nyuruh aku nginep disana juga ujung-ujungnya dapet pasokan uang lagi hueheheh 

Jadi gue sendiri gak kerasa kalo mamaku bentar lagi pulang dan itu malam ini ;; Selamat tinggal hari bebasku hiks /fin

So? Kalian gak usah takut jika seandainya kalian yang biasa sama ortu terus, bakal ditinggal pergi ke luar kota dalam waktu lama, kalo kita jalanin dengan senang hati, pasti gak akan kerasa kok ^^
mungkin kamu akan mendapat kesenangan sendiri hueheheheh

And then, Let's try to survive lol! (berasa mottonya DeSu 2 deh /fin)



Salam nista(?)
Pensil-kun 'w')/

The Other Self-GRANRODEO [Kuroko no Basket 2nd Season 1st OP]

Artist:
GRANDRODEO




Romanji Lyrics:

Kimi ga nozomu no naraba kamitsuite mo ii
Wananaku BURUU na kimochi hikikae ni shite
Aseru na MY BRIGHTEST HEART kuraku wo tomo ni shite kita
Mou hitori ga senaka koshi de smile

DON'T WORRY nante shinjite mitai (MY OTHER SELF!)
Dekiru nara mou shiteruze kateruze
Datte aitsu wa ore jishin

LET ME HIGHER, GET ME HIGHER
Moeru mi no atsusa wa nanto naku no kyou demo
BURNIN' UP! WE LOVE! shinjite
ROCK ME BABY SHOW ME BABY misete kure motto
Ore to kimi to de (WE CAN MAKE IT!) Tsukuriaerunda
Densetsu wo OTHER SELF 



English Translation Lyrics:

If you wish for it, it's alright if we get mad at each other
Send back the trembling blue feelings
Don't rush my brightest heart, I'm here to experience the joys and sorrows with you
I no longer will smile facing your back by myself

Don't worry about these things, I want to try and trust (my other self!)
If you can do it, I know already, we're winning already
Because he is just like me

let me higher get me higher
The heat of my body when it's fired up, the days thinking somehow
burnin' up! We love! Believe in it
Rock me baby show me baby, Show me even more
With you and me (We can make it!) We can make it
My legendary other self  



Source:

Splash FREE-Style Five [FREE! 1st ED Song]

Artist:
Nobunaga Shimazaki
Tatsuhisa Suzuki
Mamoru Miyano
Tsubasa Yonaga
Daisuke Hirakawa




Romanji Lyrics:

Make us free na Splash! Kasaneta hikari no kontorasuto abite
Feel so free na kyō tobikomu ore-tachi no Brand new blue, yeh
Omou yō ni sei! sei! sei! a-oh
Jibunrashiku kick! kick! kick! a-oh
Tsukamitai nda pull! pull! pull! a-oh
Todoki-sō na deep! deep! deep! Splash Free

Pure nai hi ga nai kurai(nai kurai)back & fill na batafurai
Shikōsakugo no shōritsu wa(in the future)
Atode ÄŤdaro(so, take it easy, ah)

Uruo shite(mizu o kaku yubi ni)
Nagarekomu emotion(kawaki o mitase)
Nankaina rirē ja mō(o-oh)atsuku narenai
Kokoro o hanate!

Make us free na Splash! Kasaneta hikari no kontorasuto no naka
Itsu made mo owaranai natsu ni me o korashite yeh
Omoiomoi ni sei! sei! sei! a-oh
Jibunrashiku kick! kick! kick! a-oh
Mabushi-sa e to pull! pull! pull! a-oh
Te o nobashita deep! deep! deep! Splash Free

Mukininaru hi mo arudaro(arudaro)back & forth ni tadayotte
Rakan teki na uwabe toka(I know, I know)
Urayan dari shite(but, never too late, ah)

Tsumasaki ni(kanjiru yori saki ni)
Tsugi no vibration (kizuite shimau)
ChĹŤcho shita(itsuka no jibun)
Kage o tobikoete ike(ima shika nai wave)
Mamori kirenai(mizu o keru yō ni)
Genjitsumi no nai puraido nanda(namerakana sende)
Saizen no tsumori ja(wo-o-oh)chÄŤsaku naru ze(sā)
Imēji o sutero!

Let us free na Style! umidasu dare demonai ao ni furete
Itsu yori mo jiyĹŤna ore-tachi ni naru nda yeh
Omou yō ni sei! sei! sei! a-oh
Jibunrashiku kick! kick! kick! a-oh
Tsukamitai nda pull! pull! pull! a-oh
Todoki-sō na deep! deep! deep! Splash Free

sei! sei! sei! a-oh
kick! kick! kick! a-oh
pull! pull! pull! a-oh
deep! deep! deep! Splash Free

Make us free na Splash! kasaneta hikari no kontorasuto no naka
Itsu made mo owaranai natsu o yakitsukete Dive in blue
Let us free na Style! Umidasu dare demonai ao ni furete
Itsu yori mo jiyĹŤna ore-tachi ni naru nda yeh
Omoiomoi ni sei! sei! sei! a-oh
Jibunrashiku kick! kick! kick! a-oh
Mabushi-sa e to pull! pull! pull! a-oh
Te o nobashita deep! deep! deep! Splash Free 



Source:

 

Rage On-Old Codex [Free! 1st OP song]

Artist: Old Codex
Lyrics: YORKE
Composition: Ta_2



Romanji:

Days confusion ever free
come through my heart
me wo somukeru isshun e

hanshashiteku machi o igan de miseteta
katamuku feintoburĹŤ
tōmawari no saki de mieta niji wa
jiyĹŤ e tsunagatta

jinjō janai kachū
rettō ni sainamareta the way I want this
momentary shots of fake scenes
will it water down

blinded past
what was it for me, take away
without even saying goodbye

Rage on mabushii hikari
surudoku me wo somukeru isshun e
the sun is blazing on my flavor
lost nowhere else to be
what I want motometa mono wa nanda?
find delight in this silent

sagashiteta mirai e habataiteku
tori o oikake
nobashita boku no te wa mita koto nai
keshiki e tsunagatta

jinjō janai kachū
rettō ni sainamareta the way you want this
anxious eyes chose down the blur point
on your bended knees

akogare no kisetsu nageku
without even saying goodbye
and bring me down

Rage on mabushii hikari
surudoku me wo somukeru isshun e
the sun is blazing on my zealot
better nothing else to be
what I want te ni shita zero wa nanda?
find delight in this siren

tsunagareba so what a curious thing
tarinai kotoba o umeru dake de
are we all alone? “nothing"
is this where we end?
we’ll just go for a glory dazed

Days confusion ever free
come through my heart
with my rage lost
can I break in here?
break...

Rage on mabushii hikari
surudoku me wo somukeru isshun e
the sun is blazing on my armor
furimuki himawanain da
on your mark atomodori dekinai
get set hibiku go 



English Translation Version:

Days of ever free confusions
come through my heart
until the moment I look away from them

The town reflected in a distorted way
inclined toward the faint blue
The rainbow I saw past the detour
was connected toward freedom

A maelstrom not like the usual,
Tormented in inferiority just the way I want it
The momentary shots of fake scenes
Will they be watered down?

That blinded past,
What was it for me? They took it away
Without letting me even say goodbye

Rage on until the moment
when you’ll sharply look away from the dazzling light
The sun is blazing on my flavor
I’m lost with nowhere else to be
What I want, what was it I was after?
To find delight in this silence

Flying toward the future I’m searching for
Chasing after the birds
The hand I outstretched connected
To a scenery I’ve never seen before

A maelstrom not like the usual,
Tormented in inferiority just the way you want it
Your anxious eyes chose down the blur point
On your bended knees

The seasons I yearned for grieved
Without even saying goodbye
And brought me down

Rage on until the moment
when you’ll sharply look away from the dazzling light
The sun is blazing on my zealot
Better than nothing else I can be
What I want, what was the zero I had in my hands?
To find delight in this siren

What a curious thing it’d be if we connected
We’d only be filling the missing words
Are we all alone? “Nothing"
Is this where we end?
We’ll just go for a glory dazed

Days of ever free confusions
Come through my heart
With my rage lost
Can I break from here?
Break…

Rage on until the moment
when you’ll sharply look away from the dazzling light
The sun is blazing on my armor
I don’t have time to turn around
On your mark, there’s no turning back
Get set, resound, go!



Source: 

Godaan Para Fangirl yang Pingin Tobat

Happy Sunday, Reader-tachi 'w'

Yoo para reader-tachi tercintaaaa 'w')
Masih di hari yang sungguh amat panas.... efek global warming eh?
Aku cuma mau berbagi sesuatu hap hap....

Bagi para readers yang merasa dirinya Fujoshi dan Fangirl para pairing BL nan humu dari kelas teri hingga kelas paus diluar sana, pernahkah kalian ngerasa PINGIN TOBAT?  iya, pingin tobat menjadi manusia yang kembali ke jalur yang normal maksudku u____u Kembali ke kehidupan sebelum jadi seorang fangirl/fujo super ambigu, akurat, bejat, dan tidak terpercaya? Ngaku deh ^^

Aku cuma mau nyeritain pengalamanku dan mungkin pengalaman beberapa temenku yang pingin tobat dari dunia per-Fujoshi-an dan akhirnya gagal juga. Jadi sempet terbesit aku pingin tobat pas jaman kelas 11 dulu (pas 1 tahun yg lalu lah) pada saat itu aku didesak mamaku yang bilang "Kamu jangan mengikuti jejak temanmu yang salah itu..." dan saat itu aku juga sadar jika aku harus rajin belajar biar dapat jalur undangan PTN doain ya kawan.

Awalnya aku berusaha banget pingin tobat, tapi.... terlalu banyak godaan kawan! Kenapa disebut godaan?
Karena:
1. Saat itu aku lagi gila-gila nya sama anime Kuroko no Basket (yang astagay itu hints humu nya super awesome sekali orz) Apalagi aku lagi tergila-gila sama pairing AoKi (re: AominexKise) dan pairing itu bikin saya susah tobat sampai sekarang ;;


 Liat deh itu gambarnya aja udah berasa humu gitu .-. /dor

2. Masih gara-gara Kurobas ini, populasi FF AoKise pada saat itu lagi subur-suburnya di FFN, so gimana gak tergoda untuk membuka situs itu coba .-. Tiap hari aja gak bisa lepas dari FFn, itu situs kayak candu buat gw orz --"

3. Pas semester 2 (sebut deh semester 4) anime yang menyuguhkan pemandangan indah buat para Fujo itu mulai merajalele(?)

4. Kenalan-kenalanku yang memiliki kesamaan dan spesies yang sama(?) semakin banyak -____- Dan itu juga semakin berat loh....

Ini Daftar Anime yang bikin aku gak bisa move on dari dunia per-fujoshi-an selain kurobas .-.:

Shingeki no Kyojin  
(fak yeah berkat RivaEren, JeanEren, dan JenAru orz--")







FREE!  
(dari awal aja udah ketahuan banget hints BL humu nya :3)



Karneval 
(ah, ini juga gak kalah greget kok... pairingnya sih... /dor)



Dan masih banyak lagi kurasa... tapi aku lupa heheheh... /fin

Dan aku punya cerita.... 
Aku punya adik kelas, dia kelas 10.... Waktu pertama kali aku bertemu dengannya... dia itu udah tobat dari dunia per-fujoshi-an, tapi setelah bertemu denganku dan adik kelasku yang satu lagi, Salma dia itu lebih bejat dan mesum dariku, ya.... sudah dia mulai balik lagi jadi fujo secara perlahan tapi pasti TATAKAE! 

Dan pertama kalinya aku merasa berdosa karena menjadi senpai yang sesat bagi kouhainya /mojok

Jadi, Bagi kalian para fujoshi/fudanshi yang pingin TOBAT... Aku punya saran semoga gak sesat buat kalian ^^

1. Mantapkan niat kalian. Tanamkan jika kamu pingin tobat karena keikhlasan hati, bukan pakasaan -____-
2. Pelan-pelan kamu bisa mulai mengurangi nonton anime yang mengandung hits BL baik frontal atau terselubung. Memang susah sih pada awalnya, tapi belum terlambat untuk mencobanya ^^
3. Kurangin baca doujin dan fanfiksi BL/shonen-ai/Yaoi ya... Dicoba dulu lah....

Memang saran-saran ini mungkin susah... tapi kalo kalian mau coba, dan meskipun kadar kebejatan kalian cuma berkurang 10-20 persen aja udah hebat hiks ;; Saya yang ngasih saran ini saja, sampai sekarang belum bisa tobat kok...

Hap hap.... itu saja dariku... ^^ Adios~



Salam nista(?)
-Pensil-kun 0w0-

Jumat, 01 November 2013

Hai, Apa kabar? ^^

Haloooo XD 
Beneran lama aku gak kesini, kesibukan RL dan sekolah mekin numpuk cuy XD 
btw, kalo dipikir, udah hampir 3 tahun aku nulis disini ^^ dari yang masih SMP gaptek sama blog... sampe sekarang... 

Sejujurnya gak bisa diprediksi (cielah) juga kapan aku bakal balik kesini ^^ 
yang pasti kalau memang gak ada halangan, bakal balik kok XD

Hari ini, aku cuma mau publish Fanfic (dan itu BL) dan 1 orific aja sih ._.a Tapi, semoga kalian suka sama cerita nan abal bikinanku ya XD 

Good Night All! upupupu
-Fins-

Cita-Cita Sang Boneka



Cita-Cita Sang Boneka


            Cita-cita adalah sebuah subtansi yang merupakan perwujudan dari apa yang seseorang inginkan di masa yang akan datang. Cita-cita datang dari hati nurani seseorang, mereka yang merasakan, mereka pula yang akan mengejarnya. Tanpa tekanan dari manapun—seharusnya.

            Namun hal itu tak berlaku untukku. Seorang Finno Anderson—sang boneka yang dikendalikan sesuai ambisi orang lain, dan tak berhak memiliki cita-cita dari hati nurani. Seluruh tubuhku serasa diikat oleh benang-benang, lalu orang lain bertindak sebagai puppet master untuk mengendalikanku. Mengapa aku bisa bilang begitu?

            Aku adalah anak tunggal dari pasangan suami-istri yang menjadi pemilik sebuah perusahaan multinasional ternama. Dan seperti ambisi para orangtua kebanyakan, anak-anak mereka kelak harus menjadi penerus mereka, harus berjalan di jalan yang telah mereka persiapkan dan sang anak tidak memiliki hak untuk mencari jalan hidupnya sendiri. Klasik.

            Dan prinsip itulah yang orangtuaku terapkan kepada anak semata wayang mereka. Mereka selalu mengikatku dengan sederet aturan-aturan mereka. Mereka memberiku berbagai macam jenis kursus—yang mendukung untuk menjadi penerus mereka. Tanpa memperhatikan apakah anaknya sendiri mau atau tidak. Ironis kan?

            Awalnya aku hanya menerima saja segala perlakuan mereka padaku. Awalnya aku hanya berpikir jika mereka ingin melakukan yang terbaik untukku. Namun lama-kelamaan mereka semakin mengekang kebebasanku. Dan aku semakin sulit untuk menentukan jalanku sendiri.

***

            Aku melampiaskan perasaan tertekanku dengan melukiskan apa yang aku rasakan melalui kanvas. Dan hasilnya, selalu aku pajang di ruangan kosong yang memang menjadi tempatku menyendiri. Lalu suatu hari temanku datang berkunjung ke rumahku, dan ketika ia masuk ke kamarku, ia melihat kanvas lukisan yang belum selesai serta alat lukisku yang tergeletak begitu saja di kamarku.

            “Itu lukisan buatanmu sendiri?” tanyanya  sambil mengagumi apa yang ia lihat. Aku hanya tersenyum sebagai balasannya.

            “Wah, lukisan ini keren, sungguh! Kau berbakat jadi Pelukis yang hebat nantinya. Kau tau, ketika aku melihat lukisanmu ini, aku bisa merasakan perasaan yang kau curahkan didalamnya, jarang aku bisa menikmati lukisan seperti ini loh.” pujinya.

            “Aku tak sehebat yang kau pikirkan kok.” ujarku “Dan menjadi pelukis? Dulu memang aku sempat menginginkannya, tapi kurasa itu mustahil untuk diwujudkan oleh boneka sepertiku, Rietta.” Kulihat Henrietta sedikit terkejut dengan apa yang kuucapkan. Lalu ia pun menatapku, “Setiap orang punya hak untuk mempunyai cita-cita juga impian yang bisa ia wujudkan.”

            Sejujurnya aku masih ragu dengan diriku sendiri. Bolehkah seorang boneka sepertiku mempunyai cita-cita? Bolehkah aku menentukan jalanku, sedangkan aku adalah boneka tanpa ambisi. Aku hanyalah sebuah boneka yang diharuskan menjalani peran yang telah diatur oleh pemilikku.

            “Kau ini manusia, Finno. Kau berhak menentukan cita-citamu sendiri. Tak seorang pun bisa menghalangimu. Jika kau dapat berjalan di atas cita-cita dan kehendakmu sendiri, percaya padaku, itu adalah hal yang terhebat!” Lalu Rietta menepuk pundakku “Makanya ada pepatah ‘Gapailah cita-citamu setinggi langit’ kan?” ujarnya tersenyum.

            Perlahan, kepercayaan diriku mulai bangkit, mengalahkan sikap pesimis yang bersemayam dalam diriku selama ini. Ya, Finno Anderson mencoba menjadi sebuah boneka yang bisa berjalan dengan kakinya sendiri.

***

            Tapi seperti yang kalian ketahui, sang boneka tetaplah mempunyai seorang pemilik. Dan sang pemilik takkan mau bonekanya berjalan tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Hal itu juga terjadi padaku. Ketika aku mengutarakan keinginanku untuk mendalami seni lukis. Orangtuaku tak menyetujuinya.

            “Tak ada karier yang prospek dalam bidang lukis”

            “Lebih baik kau meneruskan perusahaan orangtuamu ini, maka kau tak perlu repot-repot memikirkan masa depan kariermu. Kau hanya tinggal belajar menjadi seorang penerus, cukup dengarkan apa yang kami katakan padamu!”

            Ucapan mereka terus terngiang di pikiranku. Mendengarnya, semakin meyakinkanku jika kedua orangtuaku hanya menganggapku sebagai boneka yang digerakkan untuk memenuhi keinginan mereka. Apa mereka menganggapku sebagai anak mereka? Mungkin tidak.

            “Aku ingin membuktikan pada mereka. Bahwa aku bukan boneka yang bisa mereka gerakkan seenaknya. Aku harus bisa lepas dari kendali mereka, bagaimanapun caranya.”  Lalu aku mencoba itu menyusun sebuah rencana untuk mencapai apa yang kuinginkan.

***

            Kutorehkan berbagai warna di atas kanvas, mengikuti alur sketsa yang telah kubuat sebelumnya. Dan kuulangi langkah tersebut terus menerus hingga membentuk sebuah gambar di kanvas tersebut. Aku tersenyum ketika melihat karyaku yang baru selesai kubuat. Adalah gambar seekor kupu-kupu yang hinggap di tangan seorang wanita, yang terlihat di atas kanvasku. Terlihat sang wanita mengagumi kupu-kupu tersebut. Wanita tersebut diibaratkan seperti seseorang yang terkekang dan tak bisa bebas, dan iri melihat kupu-kupu tersebut bisa terbang dan hinggap dimana pun yang diinginkannya.

            ‘Kupu-kupu, lambang kebebasan, hal yang mungkin tidak dipunyai sang wanita.’ batinku.  Lukisan tersebut mengingatkan pada diriku sendiri, hmm…

            Lukisan ini akan kukirim ke Italia untuk diikutkan dalam pameran seni dunia yang diadakan oleh negara tersebut. Pameran seni tersebut menggunakan konsep ‘Arti Kebebasan’ sebagai tema utamanya. Diriku yang pada saat itu tertarik dengan pameran tersebut mencoba mengirimkan satu lukisanku ke sana. Tanpa sepengetahuan kedua orangtuaku tentunya.

            “Yup, waktunya dipaketkan!” lalu aku bergegas keluar kamar dan mulai menyiapkan apa yang kuperlukan.

***

            Sebulan kemudian, sepucuk surat dimasukkan ke dalam kotak pos rumahku. Kemudian aku pun mulai membuka dan membaca isinya. Dan aku membaca sebuah alinea yang membuatku tak berhenti untuk tersenyum sumringah.

            ‘Selamat,  Karya Mr. Finno Anderson telah terpilih sebagai Karya Terbaik dalam Festival Seni Dunia 20xx yang dilaksanakan di Venesia, Italy.’

            Tuhan, apa aku bermimpi? Apa yang kumimpikan semalam? Aku mencoba menampar pipiku, memastikan ini hanyalah mimpi. “—ouch” erangku kemudian. Sayangnya aku sedang ada di dunia nyata. Aku tak tahu apa yang Tuhan rencanakan untukku. Tapi aku percaya, hal ini adalah awal bagiku untuk menggapai cita-cita yang kuinginkan. Dan menjadi boneka bernyawa yang berjalan dengan langkahnya sendiri.

            Aku tak bisa berhenti bersyukur dan tersenyum untuk itu.

***

6 tahun kemudian…

            “Mr. Anderson, jadwal anda bulan ini meluncurkan karya anda dalam Pameran seni di Helsinki dan Paris…” Asistenku membacakan jadwal yang harus kulaksanakan dalam waktu sebulan, dan aku harus menyiapkan 2 lukisanku untuk dipamerkan di sana.

            “Terima kasih, Paula.” ucapku berterimakasih, lalu dibalasnya dengan anggukan singkat. Kemudian aku izin padanya untuk beristirahat sejenak di kafe yang ada di dekat sini. Menemui seseorang.

            Kini aku dapat mencapai cita-citaku sebagai pelukis yang diakui dunia di usia yang masih cukup muda, 23 tahun. Semenjak prestasi yang kudapatkan di pameran seni di Italia dahulu, aku semakin bersemangat untuk berkembang dan mengirimkan karyaku di berbagai festival dan pameran. Semakin banyak para kolektor yang mengenal karyaku dan membelinya, dari hasil penjualan tersebut kugunakan untuk membiayai kehidupanku.

            Bagaimana degan orangtuaku? Mereka tetap berusaha untuk melarangku pada awalnya. Namun, aku tetap teguh dengan apa yang kuperjuangkan. Perlahan mereka mulai mengerti dan mengatakan padaku jika aku bebas untuk menentukan jalanku sendiri. Sungguh melepaskan diri dari aturan dan kekangan orangtuaku adalah hal yang sangat membahagiakan. Tak ada yang lebih membahagiakan dari ini.

            Sesampainya aku di kafe, Seorang wanita bersurai pirang dan bermanik biru safir menyapaku dan memberiku senyuman. Aku bergegas menuju mejanya dan duduk di kursi kosong di depannya.

            “Jadi kau sudah menjadi boneka yang ‘bernyawa’, Finno.” Henrietta mulai membuka pembicaraan sambil menatap manik violet milikku. Aku memberinya anggukan pelan.

            “Jika kau tak memberiku motivasi waktu itu, aku tak akan menjadi diriku yang sekarang, dengan berjalan di kehidupanku sendiri, Rietta.” sahutku. Lalu Henrietta tertawa pelan. “Aku bosan saja melihatmu yang seperti boneka hidup saat itu, dan kau juga sahabatku. Sudah sewajarnya aku membantumu, kawan.”

            Lalu kami tersenyum, menikmati hidangan yang tersaji dan menikmati waktu kami bersama dengan damai…

—Cita-cita adalah hak setiap manusia, dan akan terwujud apabila kamu mempunyai tekad untuk meraihnya— Finno Anderson
                                                                                 ***

A/N: Sebenernya ini cerpen dibuat tugas gara-gara hari kecepit, tapi ternyata sekolahku gak nyuruh ngumpulin... ya udah XD

The Memories of Silver Necklace [JeanMarco/MarcoJean FF]



“Kalung ini akan menghubungkan kita, meski kita tidak bersama lagi… Jean…”

.

“MARCOOOOO-------“

                Dan jeritan pilu itupun terdengar hingga dinding kamar itu… dan perlahan hilang bersama hembusan angin yang berhembus dari kaca yang jendela kamar asrama yang telah terbuka.  Terdengar hembusan napas tak beraturan keluar dari pria bersurai pirang kecoklatan tersebut. Seakan mimpi buruk tengah mengejarnya tiada ujung. Mimpi buruk sarat akan trauma dan jerat ketakutan masih menghantuinya. Jean melirik jam yang terpampang manis di atas dinding kamar asramanya. ‘Jam 2 pagi?’ gumamnya pelan. Lalu ia mendudukkan dirinya diatas ranjang. Pikirannya melayang kemana-mana, dan sialnya…

                Dari sekian banyak memori yang ada di otaknya, mengapa ia harus terbawa kedalam memori itu… Memori yang ingin tak diingatnya lagi—seumur hidupnya.

.

.

Shingeki no Kyojin (Attack on Titan) Fanfiction

The Memories of Silver Necklace—that presented by Pensil Awesome

Discleamer: Shingeki no Kyojin belongs to Hajime Isayama. Saya buat fic ini buat pelampiasan insom kok u_u

Warning: OOC, a little bit of AU things, plotless, little bit angst!JeanMarco, alus loncat sana-sini, dan segala keabalan lainnya /dor If you don’t like, please click back button, the flame isn’t solving the problem bro XD

Italic= Flasback

Enjoy!

.

.

“Apa kau mengenal mayat tersebut,. Agar kami dapat menevakuasinya” tanya seorang petugas evakuasi yang ada di hadapan Jean.

Jean menegukkan ludahnya sejenak. Lalu mengucapkan sebuah kalimat yang tak ingin ia ucapkan… “Anggota Training Corps angkatan 104—pemimpin pasukan 19—“ terdiam sejenak, lalu menghembuskan napasnya perlahan. “—Marco Bodt.”

Dan kemudian petugas evakuasi tersebut menuliskan sesuatu dalam papan catatan miliknya.

                Jean tak percaya apa yang telah dilihatnya. ‘Ini… Mustahil—’ Sungguh, siapapun bangunkan dia, dengan cara yang sesadis apapun ia rela… Asal—ia dapat terbangun dan menganggap ini hanyalah delusi belaka.

—Sayang ini bukan delusi. Inilah kenyataan, Jean…

                Pemandangan jasad seorang sahabat—tidak melainkan orang yang ia cintai diam-diam melebihi seorang Mikasa Ackerman. Dengan bagian tubuh yang hanya tinggal setengah—setengah utuh saja cukup membuat dinding emosinya pecah begitu saja. 

                Ia tetap berjalan kearah jasad sang sahabat. Memandanginya penuh pilu… Hingga Jean menyadari satu hal… Tergantung sebuah kalung perak berbandulkan sebuah cincin perak masih tergantung di lehernya.

—kalung yang menyimpan kenangan tentang mereka berdua…

.

.

(7 tahun yang lalu)

                Kala itu Jean yang sedang tiduran di beralaskan padang rumput yang masih hijau, memandangi keindahan langit biru dengan pandangan bosan. Yah, kala itu dinding yang melindungi mereka dari ancaman Titan-titan yang berkeliaran masih berdiri dengan kokohnya. Sungguh, hanya kedamaian dan sedikit rasa jenuh yang  Jean rasakan. Hingga…

“JEAAAANNNNN—” Terdengarlah teriakan penuh keceriaan yang berasal dari seorang anak dari kejauhan. Anak bersurai kehitaman, mempunyai poni belah tengah serta mempunyai beberapa bintik-bintik kecil di sekitar wajahnya berlari menghampiri Jean.

“Jean! Lihat apa yang barusan kubawa.” ujarnya sambil mengeluarkan senyuman malaikatnya.  Lalu ia mengeluarkan dua buah rantai kalung perak berbandulkan sebuah cincin di masing-masing rantainya. Lalu menyerahkan menggantungkan salah satu dari kalung tersebut ke leher Jean.

“O-oi… Marco, apa yang kau pasang oi….” protes Jean yang hanya ditanggapi oleh senyuman Marco. 

“Ayahku memberikan ini padaku tadi… Karena ada dua buah, maka kukasihkan satu padamu. Agar kita bisa terus teringat satu sama lainnya. Penghubung antar dua sahabat—“ kemudian Marco melanjutkan ucapannya lagi.  “Kalung ini akan menghubungkan kita, meski kita tidak bersama lagi… Jean…” lanjutnya dengan rona kegembiraan di wajahnya.

Jean hanya diam mendengar penjelasan Marco—speechless. Tak menyangka sahabatnya bisa mengeluarkan kalimat yang membuatnya terdiam seperti ini. Lalu Jean menjulurkan kelingking kanannya dihadapan Marco. “Ya sudahlah. Kalau gitu berjanjilah padaku, kita akan selalu bersama” sahutnya cuek.

Dan Marco mengaitkan kelingking kanannya dengan kelingking Jean. Dan hari itu, sebuat janji mengikat sepasang sahabat itu…

.

                Jean tertegun mengingat janji itu…

                Janji 7 tahun yang lalu bersama Marco, bahkan membuat mereka masuk ke Training Corps bersama.  Dan Marco dengan setia selalu mendampingi Jean dan menemaninya dalam keadaan sesulit apapun.  Setidaknya hingga hari ini…

                Takdir yang telah memutuskan janji yang mereka buat dengan kejamnya. Memutus ikatan mereka di dunia dengan mengambil salah satu diantara mereka.

                Segera, Jean mengambil kalung perak tersebut dari leher sang jasad. Lalu segera dikantongkan kalung tersebut ke dalam saku jaketnya. Berusaha menahan emosinya agar tak runtuh melihat jasad Marco, dan mengingat kenangan yang telah mereka lakukan selama ini.

                Kemudian Jean berbalik arah, berlari kemanapun yang ia bisa, untuk melampiaskan semua kesedihan yang menumpuk di hatinya… Jerit pilu setelah kehilangan orang yang ia cintai untuk selamanya. Berlari bersama dua kalung perak, salah satunya telah berlumuran oleh cairan merah dan pekat di salah satu bandulnya.

                —Selamat tinggal, Marco—terima kasih selama ini kau terus menemaniku

.              

.

                Jean terhenyak. Rasanya otaknya sudah tak sanggup menahan kenangan tersebut. Katakanlah ia melankolis pun ia tak peduli. Yang hanya ia inginkan saat ini hanyalah Marco. Marco-nya seseorang.  Kini ia menatap kearah jendela kamarnya, menatap kearah bulan yang sedang menerangi langit malam.

                Ia menatap bulan, menyampaikan seuntai kalimat yang takkan pernah tersampaikan…


Kalung perak ini akan selalu terukir kenangan kita

Kenanganmu dan kenanganmu

                Meski kita sudah tak bersama dan dipisahkan oleh takdir

Namun jiwamu takkan pernah terpisah denganku, kita akan selalu bersama

Marco….

.

.

-FIN-

.